Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction 500 Kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction 500 Kata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2012

Dua Lima dan Ultimatum Mama

 Gambar diambil dari sini

Sumpah gue benci banget sama angka 25, angka yang bikin gue cenat-cenut gara-gara mama mulai membombardir dengan perintah-perintah supaya gue cepat merenda kehidupan berumah tangga, halaaah…

Sejujurnya gue bukan enggak mau menikah tapi sampai saat ini gue belum menemukan sosok yang klik untuk gue jadiin the one and only. Bukan persoalan fisik, buat gue itu urutan terakhir andai harus dibuat list laki-laki seperti apa yang mau dijadiin pendamping hidup.

Gue cuma pengen laki-laki yang bisa nemenin gue hujan-hujanan meski tak ada pelangi yang bisa kami nikmati setelah hujannya usai. Laki-laki yang ngebolehin gue pakai high heels

Cinta Rama dan Shinta

 Gambar diambil dari sini
 
 
Guess, apa yang mama katakan tadi malam padaku?

“Selasa Arya dan keluarganya akan datang melamarmu”
whoaaaa… apa-apaan ini?! Kenapa secepat ini?! Aku bahkan belum mengenal sosok Arya sebelumnya. Setidaknya aku ingin mengetahui terlebih dulu seperti apa sosok yang akan menjadi the one and only dalam hidupku nantinya.

Mama memang pernah bercerita tentang Arya tapi sungguh semua yang mama ceritakan sedikitpun tidak bisa membuatku tertarik kepadanya. Sejujurnya mungkin karena hatiku sudah dipenuhi oleh sosok yang lain. Rama namanya, dia kakak kelasku waktu SMA. Hampir semua siswi disekolahku mengidolakannya termasuk aku salah satunya. Tragisnya yang kami idolakan seperti freezer, hatinya beku tak pernah sekalipun kulihat dia asyik bercengkrama dengan salah satu fansnya.

Satu-satunya hal tergila yang pernah ku lakukan adalah