Gambar diambil dari sini
Serat Katalida yang ditulis oleh Ronggo Warsito
begitu menarik bagi saya. Merupakan sebuah refleksi dari seorang
filosof yang begitu fasih menginsyafi tanda-tanda alam dan dinamika
sosial yang jelas-jelas terejawantah sebagai ayat-ayat kauniyah dimuka
bumi. Itulah mengapa syair ini tetap ‘mengena’ sampai jauh dari
zamannya hingga saat ini. Maka tidak aneh jika ada orang mempercayai
syair ini sebagai ramalan.
Terlepas dari orang-orang yang meyakini bahwa syair ini merupakan ramalan, syair ini tentunya merupakan kepekaan si penulis terhadap apa yang terjadi pada saat itu yang ternyata juga merupakan fenomena sosial yang terjadi saat ini. Dimana sebenarnya kita telah kehilangan kedaulatan dan kemandirian dalam mengatur diri sendiri. Kedaulatan yang dihancurkan oleh kemiskinan hati, kebobrokan moral, dan syahwat kekuasaan belaka. Sehingga realitas kehidupan kita (meminjam istilahnya Tommy F. Awuy) menjadi tak lebih sebagai permainan gairah semata.
Terlepas dari orang-orang yang meyakini bahwa syair ini merupakan ramalan, syair ini tentunya merupakan kepekaan si penulis terhadap apa yang terjadi pada saat itu yang ternyata juga merupakan fenomena sosial yang terjadi saat ini. Dimana sebenarnya kita telah kehilangan kedaulatan dan kemandirian dalam mengatur diri sendiri. Kedaulatan yang dihancurkan oleh kemiskinan hati, kebobrokan moral, dan syahwat kekuasaan belaka. Sehingga realitas kehidupan kita (meminjam istilahnya Tommy F. Awuy) menjadi tak lebih sebagai permainan gairah semata.





